Menjadi Instruktur Pada RiJP 63 ^^

Hellowwww All ^^

Ketemu lagi nih sama CerMi dwi 😀 Pada CerMi kali ini dwi akan sedikit bercerita mengenai pengalaman dwi menjadi dosen instruktur pada Training RiJP 63 dari tanggal 14 – 21 Agustus, Yukk kepoin hehe

Disini dwi menjadi instruktur tidak sendirian, tetapi berdua dengan teman satu tim SEIHA yaitu Sarah ( tambah semangat pastinya kalau berdua ) ;D Dari SEIHA sendiri sebelumnya sudah ada Yustin yang menjadi instruktur pada RiJP .. Maka pada hari Sabtu , 12 Agustus 2017 dalam RH SEIHA Kak Hap bertanya apakah dari SEIHA ada yang ingin mengajukan diri sebagai instruktur maka dari itu sarah dan dwi mengajukan diri sebagai instruktur RiJP 63 .

           

Karena kita baru di mengajukan diri menjadi instruktur pada hari Sabtu, maka baru pada hari seninnya kita bertemu dengan Kak Erick untuk request akun Rangers dan iMe RiJP serta request untuk menjadi owner milis RiJP ke Riaz pada hari itu juga.

Pada kali pertama bertemu peserta training jujur aja rada grogi dan bingung awalnya mau gimana karena emang belum terbiasa ngomong di depan umum ( walau cuma 8 orang yah 😀 ) . Maka awalnya Sarah yang melakukan perkenalan, dan kita langsung aja masuk ke materi karena kita berdua emang gak pinter basa basi hehe

Untuk lebih mengetahui peserta training RiJP 63 bisa kepoin cermi DISINI yaaa. Nahh karena emang peserta training hanya ada 9 orang ( 8 orang pada awalnya ) jadi pada hari pertama kita udah hafal nama-namanya , walau belum semuanya juga sihh

Pada hari pertama training masih terdapat beberapa kendala seperti ada yang belum membuat akun Rinfo, lupa password dan lain-lain. Pada kali pertama juga terlihat kalau mereka masih bingung apa itu Rinfo, Rangers, RinfoDrive jadi masih sering bertanya kepada dwi dan sarah selama mengerjakan assignment.

Pada hari kedua tidak terlalu grogi seperti hari pertama, pada kali ini kita berdua mulai mengetahui karakter dari peserta trainingnyaa. Ada yang pendiem, bawel , rajin, beda-beda pokoknya sifatnya 😀 . Di hari kedua karena ada yang bekerja jadi ada yang training online, meskipun training online tapi untungnya dia bisa mengerjakan assignment dengan baik.

Keesokan harinya , yaitu Rabu kita mulai dari pukul 10 karena rencananya mau menyelesaikan dua training sekaligus yaitu AHA dan juga ESIA karena hari kamis libur karena bertepatan dengan hari kemerdekaan indonesia. Tetapi setelah dijalankan waktunya tidak cukup jadi hari itu hanya menjelaskan training AHA.

Pada hari Jum’at ( yang rencananya jadi hari terakhir training ) berjalan cukup lancar dan kami mulai dari jam 10 seperti hari rabu. Hari ini kita agak ngebut karena akan menyelesaikan dua training yaitu ESIA dan SATRIA . Namun pada hari itu ada 3 maba yang berhalangan hadir karena bekerja dan juga sakit. Setelah ngebut mengerjakan assignment akhirnya pada pukul 5 sebagian peserta sudah menyelesaikan seluruh assignment nya , namun ada 2 peserta lagi yang belum selesai dan akhirnya dilanjutkan pada hari senin.

Naahhh karena ini hari terakhir kita foto- foto dulu deh yaa buat jadi kenangan ^^ ( kayak yang seumuran kan ? 😛 )

Setelah foto foto akhirnya selesai deh training terakhirnya ^^ ada perasaan sedih sih karena udahan , tapi seneng juga sih soalnya udah bisa membantu peserta training dalam mengerjakan seluruh assignmentnya.

Dari menjadi instruktur RiJP banyak pelajaran yang bisa di ambil oleh dwi sendiri. Pelajaran yang paling penting yaitu mendapat kesempatan menjadi dosen ( walau cuma 9 orang ) dan jadi tau gimana caranya ngajar hehehe. Seneng sih rasanya dapatt berbagi ilmu yang kita punya pada orang lain dan ngajar dari yang belum bisa sampe bisa itu rasanya waah bangettt ;D Intinya sih kalau jadi Dosen itu harus sabar bangetttt, soalnya kan semua anak punya karakter yang berbeda-beda dan gak bisa disamain semua. Jadi kalau ada anak yang pinter itu mah bonus dan kalau emang ada yang kurang tanggep yah justru disitu tantangannya buat kita ^^ Jadi disini dwi juga mau ucapin Terimakasih pada dosen-dosen yang sudah memberikan ilmunya , khususnya pada dosen pembimbing dwi yaitu Kak Hap karena sudah sabar dalam menghadapi dwi 😉

Selain belajar menjadi “guru” dwi juga mendapat banyak pelajaran baru dari peserta training.

Leave a Reply