Cermi Plagiarism Dan Self Plagiarism Kalian Harus Tau !

Hello Timur , Hello Pribadi Raharja

Salam Sejaterah untuk Kalian Semuanya, Bertemu lagi dengan Bamz,Pada Kesempatan Kali ini Bamz ingin membahas Tentang self plagiarism oh iya ada yang tahu tidak mengenai self plagiarism ? hmm … Okke dari pada penasaran Mari kita Cari tahu yuk dan simak terus Penelusuran dari Bamz Dibawah ini :

Pertama-tama Bamz akan menguraikan Terlebih dahulu mengenai Plagiarism sebelum merujuk kepada self plagiarism itu sendiri ..

Dari beberapa sumber yang menuturkan bahwasannya :

Menurut American Historical Association 1889, dalam buku “Statement on Standards of Professional Conduct”, kata plagiarisme berasal dari bahasa latin yang berakar dari kata plagiarius, yang berarti penculikan, dan kata plagiare, yang berarti mencuri.

Sedangkan menurut Merriam-Webster Online Dictionary, “plagiarize” berarti menjiplak yaitu tindakan menggunakan kata-kata atau ide-ide orang lain tanpa memberikan kredit kepada orang tersebut . Permendiknas R.I. Nomor 17 Tahun 2010 menyatakan bahwa tindakan plagiat atau plagiarism adalah tindakan penciplakan karya ilmiah milik orang lain baik dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja untuk memperoleh kredit poin atau suatu nilai dari sebuah karya dengan mengutip sebagian atau seluruh bagian dari karya tersebut tanpa mencantumkan sumber referensi yang tepat dan benar . Hal tersebut bermakna bahwa plagiarisme merupakan tindakan yang mengandung unsur penganiayaan terhadap hak kekayaan intelektual seseorang. Bila dipelajari lebih jauh, arti dan makna plagiat sangat beragam. Secara umum, plagiarisme diartikan sebagai tindakan kejahatan dengan mengambil karya orang lain baik secara keseluruhan maupun sebagian dari karya asli tanpa mencantumkan karya tersebut sebagai referensi.

Dan disini pasti kalian sudah mempunyai gambaran tentang plagiarism itu sendiri, nah jadi plagiarism adalah pencurian atau pembajakan yang dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja untuk memperoleh suatu nilai dari suatu Dokumen/Karya ilmiah dengan melakukan penjiplakan pada karya ilmiah dari pihak lain tanpa menyatakan sumber yang diakui secara tepat dan memadai. dan orang yang melakukan hal pencurian Atau (pembajakan) itu sendiri sering juga disebut plagiaris/plagiator. Menurut Permendiknas Ruang lingkup plagiat meliputi :

  1. Mengutip istilah, kata-kata, kalimat atau suatu informasi dari suatu sumber baik secara acak maupun terstruktur tanpa menyebutkan sumber tersebut.
  2. Menggunakan ide, gagasan, pendapat, pandangan atau suatu teori tanpa menyatakan sumber yang memadai
  3. Merumuskan kata-kata atau kalimat sendiri dari sumber tertentu tanpa menyebutkan sumber tersebut

Ingin lebih Jauh lagi mengenai plagiarism kalian bisa juga Kepoin Disini .

Okke selanjutnya kita masuk pada bahasan tentang self plagiarism

Ensiklopedia elektronik Wikipedia menulis, self-plagiarism adalah pemakaian lagi karya sendiri secara signifikan, identik, atau mendekati identik, tanpa memberi tahu tindakan itu atau tanpa merujuk karya aslinya.

“Self-plagiarism (also known as “recycling fraud”) is the reuse of significant, identical, or nearly identical portions of one’s own work without acknowledging that one is doing so or without citing the original work. Articles of this nature are often referred to as duplicate or multiple publication.”

Oh iyah Bamz ingin menyimpulkan bahwa self plagiarism bukan sesuatu yang lain atau sesuatu yang berbeda dari plagiarism yang sudah Bamz jelaskan diatas self plagiarism Merupakan salah satu dari : Plagiasi yang dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori. Kategorisasi dapat ditentukan berdasarkan beberapa sudut pandang seperti jenis materi yang dicuri jadi self plagiarism dalam hal ini bukanlah sesuatu praktik pelanggaran mengenai hak cipta dan tindak Plagiat yang baru tetapi self plagiarism hanya salah satu dari Kategorisasi yang sudah ada atas dasar itulah plagiasi membuat praktik pelanggaran hak cipta dan etika ini semakin banyak terjadi dan semakin beraneka Ragam Pulalah jenis-jenis plagiasi. Namun secara umum plagiasi dapat dikelompokkan menjadi Apa saja Yah Yukk simak Terus :

  • Self-Plagiarism atau Auto-Plagiasi. Praktik plagiasi ini dilakukan oleh pemilik karya dan hak cipta itu sendiri. Jika ia seorang penulis maka ia biasanya menyalin beberapa kalimat atau sebagian tulisannya dalam suatu karya ke dalam karya lainnya untuk tujuan kepraktisan. Self-plagiarism juga kerap dilakukan oleh sebagian peneliti dalam menyusun materi seminar, proposal penelitian ataupun draft publikasi. Meski Self-plagiarism merupakan plagiasi ringan, namun di dunia akademik sang penulis dapat diperingatkan jika melakukannya terlalu sering dan dapat menjadi pelanggaran berat jika dilakukan untuk kepentingan strategis seperti kenaikan jabatan atau kredit akademik.
  • Plagiasi Parsial. Praktik plagiasi jenis ini dilakukan dengan menjiplak sebagian materi karya orang lain tanpa memberikan kredit. Menurut Andreas Lako, Guru Besar Unika Soegijapranta, dalam tulisannya berjudul Plagiarisme Akademik, materi yang dicuri dalam plagiasi parsial dapat berupa pernyataan, metode, pembahasan atau kesimpulan. Shidarta dalam tulisannya berjudul Plagiarisme dan Otoplagiarisme yang dimuat pada Jurnal Komunikasi Universitas Tarumanegara (2011) menyebutkan jenis plagiasi serupa yakni Plagiasi Parafrase yang dilakukan “mengambilalih” beberapa kalimat dari satu sumber dengan cara mengubah sedikit susunan kalimatnya atau menjadikannya sebagai kutipan tidak langsung sehingga tampak sebagai karya orisinalnya sendiri.
  • Plagiasi Antarbahasa. Inilah plagiasi yang dilakukan dengan menerjemahkan sebuah karya tulis berbahasa asing ke dalam bahasa lainnya termasuk bahasa Indonesia tanpa memberikan kredit untuk sumbernya atau pemilik karya aslinya.
  • Plagiasi Total. Inilah jenis plagiasi paling serius dan paling berat kadar pelanggarannya. Praktik plagiasi ini dilakukan dengan menjiplak atau menyalin sebagian atau keseluruhan karya orang lain dengan bentuk yang hampir atau secara total sama dan menjadikannya sebagai karya milik sendiri. Dalam dunia tulis menulis, plagiasi total biasa dikenal sebagai “copy-paste”.

Nah itulah Sedikit Ulasan mengenai self plagiarism dan Kalian Juga bisa membacanya Lebih lanjut dari beberapa sumber yang telah Bamz Kepoin Sebelumnya Selengkapnya Sumber 1, Sumber 2 , Sumber 3 , Sumber 4 , Sumber 5, Sumber 6 😀

Setelah saya membaca dan menelusuri tentang self plagiarism akhirnya terpikir dibenak saya bagaimana caranya untuk meninjau kembali hasil dari karya ilmiah yang telah dibuat sehingga salinan kalimat yang digunakan oleh orang lain atas karya ilmiah atau dokumen lainnya dapat terdeteksi secera keseluruhan dan untuk mengetahui pula siapa yang melakukan hal itu dan apa maksud dan tujuannya :

Dan akhirnya saya menemukan salah satu Website yang menangani masalah yang berhubungan mengenai plagiarism dan self plagiarism saya mengutipnya dari sumber yang berada Disini Apa yang saya Tulis kalian bisa membacanya Disini

DAN BEBERAPA APLIKASI ANTI-PLAGIARISME YANG BAMZ TULIS BISA CHEK DISINI

Sebelum Bamz Tutup Cermi ini Bamz ingin membuat kesimpulan dari Hasil pengamatan yang sudah bamz Telusuri .

Kesimpulan :

Plagiarisme merupakan satu Kegiatan yang sangat merugikan Orang lain karena plagiarism dilakukan untuk mencuri,membajak bahkan menjiplak suatu Karya ilmiah,Ide,karangan,Document dll .Karna Hal Tersebut mengakibatkan terjadinya degradasi moral dan mental kaum intelektual. yang tidak baik yang dapat merusak diri sendiri dan jati diri bangsa Maka dengan adanya Hukum Pidana dan Sangsi yang berlaku diharapkan mampu mencegah dan menanggulangi tindakan tersebut Adapun sanksi atas tindakan plagiarisme Yakni berikut :

  • Lulusan perguruan tinggi yang karya ilmiahnya digunakan untuk memperoleh gelar akademik, profesi, atau vokasi terbukti merupakan jiplakan dicabut gelarnya (pasal 25 ayat 2)
  • Lulusan yang karya ilmiah yang digunakannya untuk mendapatkan gelar akademik, profesi, atau vokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) terbukti merupakan jiplakan dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau pidana denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

Namun tidak menutup kemungkinan bahwa pelaku Plagiarism akan Terus Bermunculan dan Berkeliaran Tetapi Lebih baik mencegah daripada mengobati tentu untuk menimalisir dari Sisi Negatif dari plagiarism karna kita tidak mau hal ini sampai terjadi dan menciptakan suatu iklim yang buruk pada bangsa kita yang bermatabat serta berpendidikan.oleh karena itu sebaik-baiknya hal ini harus menjadi tolak ukur dan kesadaran pada diri kita sendiri , semoga dengan adanya kesempatan kali ini pembaca dapat paham betul akan wacana yang sudah saya uraikan diatas dan menjadikan renungan agar kita terhindar dari suatu hal yang merugikan orang lain.

Sekian Dulu yah cermi dari Bamz Kurang lebihnya Bamz mohon maaf Atas salah kata serta kekurangan yang ada karna Bamz Bukan orang yang berilmu tinggi apalagi berwawasan Luas Bamz Hanya Mencoba Menguraikan Apa Yang Terisat. 😀

Views All Time
Views All Time
1080
Views Today
Views Today
2
1224 Total Views 2 Views Today

41 Responses

  1. Wih explore mengenai plagiarisme sangat banyak dan lengkap ya dengan membandingkan dan mencoba aplikasi anti plagiarismenya. Wah dicermi bamz juga ada FGR (First Generation Resources) nih hehehe kebetulan aku sendiri yg pegang project ini aku mau koreksi boleh yah hihihi untuk menggunakan FGR tidak lg 0,- yah bamz, sekarang disetiap package telah diberi Armo (mata uang airzonE-Mall) oh iya kalo blm tau armo itu apa bisa bamz lihat dilink ini http://widuri.raharja.info/index.php?title=Armo
    Dirubah sedikit yah mengenai FGR nya bamz hehehe
    Dicoba juga dong FGR nya supaya bisa jadi bahan perbandingan bamz hehehe

  2. Sudah dibaca dr awal hingga akhir
    Penelusuran yang sudah sangat mantap sekali yaa perihal plagiarism ini, semua teruraikan dg sangat jelas
    Tentunya sangat bermanfaat sekali sbg wawasan dan menambah pengetahuan, thanks yaa bamz 🙂
    Berterima kasih juga nih di dalam cermi ini bamz banyak menyebutkan macam macam sistem untuk mengecek tingkat plagiarism dr suatu karya tentunya saat ini memang sangat dibutuhkan khususnya yg sedang membuat jurnal, laporan kkp/ta/skripsi.
    Raharja pun ga mau kalah punya layanan FGR nya untuk bisa melakukan scan dg bekerjasama dg airzone mall dg bayar menggunakan armo dan dirasa itu keren karna cm Raharja yg punya hehhe

    Thanks bamz sudah sharing, penuturan katanya jg sangat baik 🙂

  3. Jujur, Bamz emang super deh cermi kali ini 😀
    memang benar dikatakan bahwa plagiarism ini memang tindakan yang sangat merugikan 🙁
    thanks Bamz untuk informasi yang sangat bermanfaat ini 😀 🙂
    You’re the best 😀

  4. Cermi yang menarik dan sangat bermanfaat Bamz. Tindakan Plagiarism memang sangat merugikan karena tindakan ini sama saja mencuri bahasa dan pikiran orang lain, dan menjadikan karya tersebut sebagai karya ciptaannya. Terimakasih Bamz sudah menginformasikan perihal ini untuk menambah pengetahuan kita semua mengenai Plagiarism dan Self Plagiarism😊😊👍

  5. Waww banyak sekali penelusuran nya
    Wahh raharja juga punya sistem nya yaa, bagus tuh buat ngecek laporan kkp, skripsi dan jurnal supaya tidak ada plagiat2 lagi
    Oh iya soal FGR itu benar tuh ka ngga gratis lagi, tetapi ada armo nya senilai 1.500 hehe
    Mau coba-coba sistem nya ah, mau ngecek-ngecek hehe terimakasih ya ka sudah kasih sumbernya juga 🙂
    Aku sendiri pun sering banget tuh copas2 tugas dari internet langsung, jadi ngeri deh ini haha
    Informasinya bermanfaat banget nih ka 🙂

  6. Cerminya sangat menarik, menambah wawasan juga tentang plagiat
    banyak penjelasan dan penjabaran tentang itu semua.
    FGR juga sangat membantu untuk melihat berapa plagiat yang kita lakukan 🙂

  7. wah bambang penulusurannya sangat lengkap yaa dan sangat membuat pembacanya mengerti dengan apa itu FGR dan implementasinya seperti apa , cermi yang sangat perfect 🙂

  8. Yang ini keren Bang, super banget dah Bambang punya cermi, informatif, tiap materi tersaji dengan rapih dan tidak keluar dari jalur pembahasan, perbandingan yang Bambang coba sajikan juga sangat tepat, keren Bang

  9. Hebat si Bamz nih cermi Plagiarisme nya. Terlalu panjang sekali kata-kata Bamz tetapi sudah sangat bagus karena Bamz ternyata banyak tahu informasi ini lalu share ke teman-teman. Thanks Bamz sudah sharing cermi luar biasa ini. 😊

  10. waahh keren banget nih Bamz , Cermi nya yg sangat bermanfaat. Explore sana sini juga lagi. Semua disusun secara detail dan baik. spekta spekta sekali Bamz . 🙂

  11. Artikel dan tulisan yang bagus bams. Memberikan kita wawasan lebih perihal plagiarism itu sendiri.
    Dan ternyata…?????
    Meskipun itu adlaah real karya kita.. namun saat kita sadur kedalam bentuk jurnal dan sejenisnya dapat di identifikasikan sebagai sebuah plagiarism krn telah terpublikasi secara online.
    Belajar bijak ya anak2ku..
    Berjuang dengan maksimal untuk hasil yang luar biasa…
    Semangat…

  12. Cermi yang menarik Bamz jadi benar-benar tau tentang plagiarism apalagi self plagiarism, jadi walaupun hasil karya sendiri dan dibuat lagi dalam bentuk yang berbeda tetap dibilang plagiarism ya?
    Banyak banget hasil explore yang telah dilakukan. Thanks juga udah kasih referensi buat scan plagiat 🙂

  13. Cerme yang sangat menarik sekali Bamz, karena bagaimana pun tindakan plagiat itu memang merugikan terutama pihak yang hasilnya di salin kembali oleh orang lain.
    Good cermi sekali, banyak yang dicantumkan perbandingannya dan jelas sekali sumber-sumbernya dari mana saja.
    thanks sharing ya Bamz.

  14. Pertama,
    Cermi ini lengkap selengkap-lengkapnya, dari definisi sampai penjelasannya detil banget.
    Kedua,
    Makna yang di tangkep dari cermi ini dalem banget. Artinya, Cermi ini bisa di jadikan warning agar kita lebih berhati-hati dalam menuliskan sebuah karya ilmiah.
    Thank you untuk sharingnya, Bamz.
    Semoga Hap juga bisa lebih hati-hati dalam menuliskan karya-karya ilmiah ^_^

  15. Memang sulit untuk membatasi aspek plagiarism ini karena bisa saja karya kita yang sebenarnya murni hasil kita ternyata memiliki kesamaan dengan hasil karya orang lain oleh karena Dikti memberikan toleransi berkaitan dengan ini yaitu klo tidak salah 30%.

  16. Artikel yang sangat bagus dan bermanfaat. Kalau ada software yang dapat mendeteksi artikel jurnal yang kita buat ada unsur plagiat atau tidak boleh juga tuch. Karya ilmiah dari hasil pemikiran itu memang harus dihargai 🙂

  17. Cermi yg mantap Bamz, sudah di buktikan dgn permasalahan yg jelas beserta sumbernya dan solusi yg Bamz berikan, seperti apa yg hrus di perhatikan supaya cermi dan penulisan karya ilmiah kita tidak di cap plagiarism.
    Terima kasih Bamz. Semangat Bro 🙂

  18. Cermi yang lengkap.. sehingga informasinya jadi berkualitas… apapun kita tidak boleh plagiarism.. karena karya yang orang lain buat menggunakan kekuatan yang luar biasa.
    terima kasih..

  19. Thanks for sharingnya Bamz 🙂
    Ternyata plagiat itu menurut sumber yang berbeda-beda artinya pun juga ikut berbeda-beda, intinya mah supaya ga di bilang plagiat jangat lupa kasih sumber

  20. Cermi yang super duper lengkap dan penuh dengan informasi nih, jadi harus semakin hati-hati lagi untuk mengutip tulisan milik orang lain sehingga tidak dianggap menjadi plagiat apalagi dengan terssedianya banyak media yang dapat mengkonversikan dan melakukan scan terhadap tulisan kita apakah mngandung unsur plagiat atau tidak semakin membuat kita harus lebih kreatif lagi dalam menciptakan sebuah tulisan.
    Thanks informasinya yaa bamz.. ^^ 🙂

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.