Proses Revisi dan Hardcover Tesis

Mohon maaf sebelumnya jika hampir keseluruhan isi dalam Cermi ini mengandung bahasa yang kurang ilmiah atau tidak baku. Karena saya ingin pembaca juga bisa merasakan apa yang saya rasakan dalam proses 10 hari menuju pengumpulan Hardcover Tesis ke RPU.

Baik, hal ini berasal dari cerita sebelumnya yaitu Hasil sidang Tesis. langsung saja saya ceritakan, jadi begini:

Berbekal gambaran Tesis angkatan ke-1 yaitu dari ibu Dewi immaniar cerita ini akan diawali, karena berkat gambaran seperti ini Tesis saya juga bisa selesai.

(Jum’at) Hari pertama setelah sidang saya awali dengan melihat sidang dari beberapa kawan yang mengikuti sidang di sesi kedua pada hari jum’at ini, setelah itu diakhiri dengan persiapan untuk bertemu Pa Yono selaku Penguji ke-2 yang akan dilakukan keesokan hari.

(Sabtu) Hari Kedua saya mulai dengan menuju kampus untuk melakukan proses revisi dengan Pa Yono, namun dengan waktu yang agak minim, maka terpaksa saya harus berkumpul dahulu dengan teman-teman untuk saling bertukar pendapat dan saling bantu dalam penyelesaian Tesis.

(Minggu) Hari Ketiga ini saya langsung melakukan proses setup 2 printer agar bisa digunakan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan warna, namun yang terjadi ternyata tinta yang keluar dari 2 printer tersebut masih belum tajam untuk warna, oleh karena itu saya memilih untuk membeli tinta dan catridge baru.

(Senin) Hari Keempat meskipun saya ada kelas ngajar di SMK, dengan terpaksa saya tinggal terlebih dahulu pada siang hari untuk bertemu Pa Yono, agar apa yang telah saya revisi bisa segera dikoreksi oleh Pa Yono, memang dalam tahap ini hampir 90% dari halaman yang saya miliki seluruhnya dicoret oleh Pa Yono, dan akhirnya saya langsung pulang untuk melakukan revisi dan print ulang disertai dengan membeli catridge terlebih dahulu di samping kampus.

(Selasa) Hari Kelima, pada hari ini pun saya ada kelas namun terpaksa harus saya tinggalkan untuk menyelesaikan  tesis ini. Hari selasa ini pun saya kembali bertemu dengan Pa Yono dan akhirnya tanda tangan pun bisa didapat dengan cepat. Setelah itu saya mulai berpikir bagaimana dengan tanda tangan Pa Abas dan Pa UR yang merupakan dewan penguji sidang tesis saya. Lalu ternyata informasi pun saya dapatkan melalui email dari Pa UR yang ternyata pergi ke Singapura.

(Rabu) Hari Keenam saya berharap bahwa semua urusan revisi bisa terselesaikan, dan saya pun berinisiatif membuat grup HO, dan saya langsung membuat 1 grup yang bisa dipertemukan dengan Pa Abas melalui Ibu Dewi selaku Asisten dari Pa Abas. Setelah mendapatkan kepastian maka saya dan kawan-kawan langsung memberikan dokumen yang akan diperiksa oleh Pa Abas. Kesalahan di hari ini pun terjadi yaitu pada penulisan nama Pa Abas, namun hal ini bisa segera diatasi.

(Kamis) Hari Ketujuh ini saya berharap bahwa urusan revisi dengan Pa Abas bisa terselesaikan, namun yang terjadi ternyata hari ini nihil sekali hasilnya, sudah buru-buru ke kampus, namun yang terjadi yaitu dari lima orang yang request tanda tangan Pa Abas (Khanna, Indri, Bayu, Karwandi, dan Roihan), ternyata yang bermasalah hanya saya, dikarenakan hanya satu dari dua lembar milik saya yang ditanda tangani oleh Pa Abas, Oleh karena itu, saya masih menunggu sampai ke esokan harinya. Jadi tak ada apapun di hari ini untuk dijadikan progress. Namun saya masih melihat progress teman, malam ini Pa Karwandi dan Pa Langgeng masih saja berjibaku dengan Laporannya.

(Jum’at) Hari Kedelapan ini saya mendapatkan hasil yaitu tanda tangan Ketua Penguji yaitu tanda tangan dari Pa Abas. Akhirnya tahapan selanjutnya pun saya harap tinggal masuk ke tahap penjilidan. Proses print ini saya lakukan bersama teman teman dengan menamakan Grup HO “Tim Sukses Revisi Tesis” yang digagas oleh Khanna. Kami berenam (Roihan, Khanna, Indri, Karwandi, Langgeng, Bayu) memiliki 1 visi yaitu menyelesaikan tesis dengan cepat dengan kerjasama. Oleh karena itu kita sepakat untuk menyelesaikan print ini di hari sabtu di Ruang REC dengan bersenjatakan:
Karwandi: Laptop + Printer Epson L800 + Kertas 80 gsm + CD + Label CD
Langgeng: Laptop + Printer HP All in one + Kertas 80 gsm
Roihan: Laptop + kertas 80 gsm + 1 Rim kertas hijau pembatas
Bayu: Laptop + kertas 70 & 80 gsm + kertas hijau pembatas
Khanna: Laptop + kertas 80 gsm
Indri: Laptop + kertas 80 gsm
dan Special Thank’s Ruangan REC.
di hari ini juga saya mulai mengambil start di rumah dengan melakukan print. Namun berhubung printer saya warnanya tidak kondusif, maka saya hanya bisa mencetak lembar yang berwarna hitam saja. Proses tersebut saya lakukan sampai pagi dengan tidur hanya 2 jam saja.

(Sabtu) Hari Kesembilan, hari ini berasa menegangkan, karena semua orang serasa sibuk dengan Laporannya masing-masing. Kalau saya santai saja, karena sudah dari semalam saya mulai print Laporan Tesis ini, yang belum hanya lembar dengan full color saja. Langsung saja semua senjata dikeluarkan, dan dimasukkan ke dalam Ruangan REC. Di sini dari 6 orang yang melakukan cetak, ternyata hanya saya saja yang telah selesai, sedangkan yang lainnya masih belum selesai, baik itu Laporannya acak-acakan, cetaknya ga bener, sampai semua kejadian ada di hari ini. Sore pun menjelang, dan tak ada yang selesai dengan Laporannya. Oleh karena itu kami berbagi opsi dan ide, untuk khanna diberi tugas untuk menyelesaikan Label CD yang di-support sama suaminya (pemilik program maksudnya hehehe). Lalu Indri harus buru-buru pulang, karena ditelpon terus sama Bapaknya, kemudian tinggal kami berempat memiliki ide untuk pergi ke tempat Pa Karwandi untuk menyelesaikan Laporan Tesis ini. Dari ruangan REC kami pergi ke rumah Pa Karwandi, di sini kami berpisah untuk sesaat karena saya dan Pa Langgeng menaiki mobil Pa Langgeng, sedangkan Bayu naik Motornya, dan Pa Karwandi naik mobilnya. Ternyata tidak terbayangkan daerah Serpong memang macetnya luar biasa, dari jam 5 kami berangkat, sampai ke rumah Pa Karwandi jam 7 malam, sungguh wasting time. Tentu saja sampai di sana saya dan kawan-kawan langsung makan, maklum karena terlalu fokus sama Laporan, hampir semuanya belum makan dari pagi. Setelah itu kami segera menyelesaikan Laporan masing-masing. kalau saya yah tinggal santai dengan memandu dan membantu kawan-kawan yang masih belum. Setelah larut malam, ternyata hanya milik Pa Karwandi saja yang sudah selesai yang lainnya masih kacau berantakan apalagi milik Pa Langgeng, harus dikroscek dari awal. Berhubung jam mulai ke angka 10, maka kami segera meninggalkan rumah Pa Karwandi, tidak hanya meninggalkan, namun kita masih mencari posisi untuk proses hardcover atau penjilidan laporan, yang mana Laporan saya dan Pa Karwandi saja yang siap untuk dibawa. Setelah mencari ke seluruh Serpong, ternyata tidak ada warna hardcover yang direkomendasikan oleh RPU (Omega-29). kemudian kita masih mencari lagi ke tempat lain, tempat yang akan kita lewati terjadi kemacetan, tumben sekali sudah larut malam begini masih macet, padahal sudah setengah 11, eh ternyata terjadi kecelakaan berat mobil sedan terbalik sampai penyok berantakan dekat Alam Sutera. Oleh karena itu, kami pulang ke rumah masing-masing dan saya diantar dengan menggunakan mobil Pa Langgeng sampai exit Tol Bitung. Sungguh melelahkan hari ini, full dari pagi hingga larut malam tak pulang-pulang.

(Minggu) Hari Kesepuluh, berasa banget hari terakhir ini harus terselesaikan dengan baik, sehingga harus digunakan taktik untuk menyelesaikan Laporan dan Hardcover. Hari minggu ini kami berempat (Roihan, Langgeng, Karwandi, Bayu) kembali bertemu di rumah Pa Karwandi dan membuat kesepakatan, kami membuat tim yang mana saya dan Pa Langgeng merapikan laporan kemudian Pa Karwandi dan Bayu mencari posisi toko dengan jasa Hardcover yang sesuai dengan warna Omega-29 dengan membawa 2 laporan saya, 2 laporan Pa Karwandi dan 2 laporan Bayu. Berbekal pengalaman angkatan pertama juga dijadikan patokan, sehingga seluruh toko di Kota Tangerang harus dikunjungi dan ditanyai perihal warna tersebut. Setelah jauh-jauh dan mencari kemana-mana, ternyata toko yang dicari-cari oleh Pa Karwandi dan Bayu dekat dengan Raharja yaitu seberang jembatan yang mau arah Tanah Gocap atau samping UNIS. dan ternyata di toko tersebut juga sudah ada milik Indri yang sedang dijilid. Maka dititipkanlah Laporan kami dengan batas waktu penyelesaian yaitu sore hari. Pa Karwandi dan Bayu pun kembali dan tentunya Pa Langgeng masih mencetak Laporannya. Sekitar jam 2 kami berangkat kembali ke toko tersebut untuk menaruh Laporan milik Pa Langgeng sambil menanyakan progress. Sambil menunggu kami pun minum jus bertiga dengan Pa Karwandi, sedangkan Bayu sudah pergi untuk ke tempat yang lain. Setelah ditanya, ternyata selesainya sampai malam hari. Oleh karena itu, kami pulang ke rumah masing-masing dan untuk pengambilannya diserahkan kepada Pa Langgeng setelah isya’ karena rumahnya tidak terlalu jauh dari toko tersebut.

(Senin) Hari Kesebelas ini merupakan batas akhir yang diberikan oleh RPU, harapan saya sih hari ini sudah tidak terlalu cape-cape lagi. Hari ini Laporan yang telah selesai Hardcover dibawa oleh Pa Langgeng ke kampus. Laporan langsung saya terima dan dilanjutkan bertemu dengan Pa UR untuk meminta tanda tangan beliau. Khanna, Indri dan saya serta Laporan milik bayu (bayu kerja) menghadap ke Pa UR untuk segera meminta tanda tangan beliau. Setelah di ruangannya, Pa UR minta untuk masing-masing presentasi terlebih dahulu hasil Cermi revisi sesuai dengan yang Pa UR minta. Hal tersebut kami lakukan dengan baik dan hasilnya tanda tangan pun didapatkan. Hal ini pun tidak lupa kami membawakan J-Co kesukaan untuk Pa UR.

Selesai dengan tanda tangan Pa UR saya kira sudah selesai perkara, eh ternyata berdasarkan pengumuman RPU yang mewajibkan para Mahasiswa yang ingin mengumpulkan Laporan agar dapat menyumbangkan buku ke Perpustakaan kampus. Maka kami berenam (saya, Langgeng, Karwandi, Bayu, Khanna, Indri) segera mengumpulkan buku-buku yang telah kami dapatkan dan disiapkan dari Pa Karwandi. Masalah ternyata tidak berhenti sampai sini saja, dari hasil review buku-buku tersebut, ternyata semuanya tidak diakui untuk dikumpulkan dalam perpustakaan, karena levelnya S1 banget kata pengawas Perpustakaan. Tidak ambil pusing, maka kami (saya, Langgeng, Karwandi) ambil langkah untuk membeli lagi ke Toko buku yang berada di Mall Bale Kota di sini lagi-lagi menggunakan mobil Pa Langgeng. Dari sekian buku yang ada di toko tersebut, buku yang bercirikan IT ternyata sangat minim sekali dan halamannya tidak sesuai dengan minimal persyaratan yaitu 350 halaman. Maka kami memilih sesuai dengan mata kuliah Business dan Research, lalu kami memilih buku-buku bertemakan mata kuliah tersebut. Setelah muter-muter nyari buku, lagi-lagi kami lupa akan makan. Maka setelah selesai membeli buku dan sampai ke kampus kembali, kami makan terlebih dahulu dan menghubungi kawan yang stand by di kampus (Khanna, Indri, bayu). Setelah makan kami menghadap ke ruang perpustakaan dan di sana kami serahkan semua buku yang telah kami beli, dikira sudah selesai sampai sini, eh.eh.eh.eh kami masih di-ombang-ambing disuruh minta tanda tangan terlebih dahulu ke Kaprodi yaitu Pa Yono, pikir kami “tadi disuruh ke perpus sama Pa Yono, sekarang gantian aduuuuh”. Setelah hal ini selesai, kami berenam pun menuju ke RPU untuk menyerahkan Hasil Laporan Tesis beserta data-data untuk wisuda, eh.eh.eh.eh ternyata masih ada satu lagi yang belum terselesaikan yaitu fotocopy bayaran wisuda, maka kami cari fotocopy terlebih dahulu. Setelah itu kami foto-foto dahulu untuk kenang-kenangan.

Bermacam-macam gaya telah kami lakukan, lanjut ke cerita lagi (hehehe) proses antrian pun kami lakukan untuk menyelesaikan tahapan paling akhir dalam proses Tesis ini. satu persatu lolos dari scanner RPU, namun untuk Indri dan Pa Langgeng masih saja bermasalah, untuk Pa Langgeng masalahnya ada di pergantian judul yang tidak disertakan dan tidak diganti pada Kartu Bimbingan (hijau), sedangkan untuk Indri tidak memasukkan Kartu Bimbingan (Hijau) ke dalam Laporan. Maka di sini rasa solidaritas kami tetap ada untuk menyelesaikan hal ini secara bersama. Dan akhirnya semuanya telah selesai dan Alhamdulillah.

Rasa syukur saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan jalan sehingga proses demi proses ini terselesaikan dengan baik. Tidak lupa pula terima kasih saya ucapkan kepada Pa UR, Pa Abas, Pa Yono, semua Dosen MTI, kawan-kawan dosen Perguruan Tinggi Raharja, staff RPU dan Ruangan REC yang memudahkan dan membantu segala proses ini.

Special thank’s juga saya berikan kepada Pa Karwandi yang tidak letih untuk saling support sejak awal sebelum sidang sampai selesai revisi. Bayu yang telah membantu dan Pa Langgeng, Khanna dan Indri dan tak lupa pula special kepada B 1132 CMC yang terus diajak ngobrol disaat-saat deadline. Tidak lupa keluarga yang terus support meskipun manyun karena ditinggal terus-terusan (hehehe)

Terima kasih semua MTI angkatan 2

Akhirnya saya bisa merasakan tidur pulas. Alhamdulillah

270 Total Views 1 Views Today
Views All Time
Views All Time
253
Views Today
Views Today
1

Article written by

never give up

3 Responses

  1. Suatu permasalahan hrs di tuntaskan,. Dgn niat dan kebersamaan akhirnya terselesaikan. Kebersamaan itu indah.

    Yg belum selesai ada tips
    1. Kerjakan dgn tenang
    2. Hrs semangat
    3. Kerjakan dgn diskusi & kebersamaan

    Sesulit apa pun ingat ibadah

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.