Konsep Planning Alat Project


hai sahabat timur ^^

pada kesempatan kali ini Anggy akan sharing tentang konsep alat yang akan Anggy pergunakan untuk project KKP Anggy nanti yang berhubungan dengan Absensi Aslab pada lab digital ^^

ada beberapa teknik :

1. Menggunakan RFID


RFID adalah sebuah teknologi penangkapan data yang memanfaatkan frekuensi radio dalam sistem kerjanya yang dapat digunakan secara elektronik untuk mengidentifikasi, melacak dan menyimpan informasi yang tersimpan dalam tag RFID. Absensi Aslab dengan Teknologi RFID merupakan suatu metode Absensi Pegawai dengan menggunakan tag RFID untuk mendeteksi, menangkap, atau menerima data aslab tanpa menyentuh alat (reader).

alur kerja :
  1. Dosen / aslab harus mempunyai kartu RFID untuk mendapatkan akses dalam membuka ruangan lab
  2. Dosen menempelkan kartu RFID pada RFID reader yang sudah disiapkan
  3. Sesudah itu dilanjutkan oleh dosen / aslab ( input ) yang memasuki ruangan akan di baca oleh sensor lalu di teruskan pada mikrokontroler untuk di proses dan sebagai output dan database terekam.
 Positifnya :

1.Untuk system absensi, dengan menggunakan RFID dapat mengurangi antrian yang panjang yang dapat menyebabkan ketidak efisienan waktu.
2. Hanya bisa di akses dalam device kelas
3. Dapat mengakses data secara cepat dan otomatis

Negatifnya :
  1. Memerlukan alat tambahan seperti Rfid reader dan Raspberry Pi
  2. Mahasiswa yang tidak masuk bisa menitip RFID kepada teman nya
  3. Memerlukan waktu untuk proses registrasi kartu RFID tersebut
2. Menggunakan Tiket dan QR Code sebagai Inputan

Untuk Mahasiswa Pribadi Raharja sudah tidak asing lagi dengan Tiket, Ada beberapa Tiket yang ada pada Perguruan Tinggi Raharja, yaitu: Tiket Konsultasi, Tiket OJRS+

Alur kerja
  1. Aslab digital atau dosen harus Create Tiket terlebih dahulu untuk memasuki kelas
  2. Aslab atau dosen akan Menginput Tiket sebagai tanda jika Aslab atau dosen akan membuka kelas yang Diampuhnya
  3. Setelah itu Aslab atau dosen berhasil melakukan buka kelas yang diampuh, Kemudian Kode Tiket diinput secara manual dengan mengetik pada Keyboard yang sudah disediakan
  4.  Setelah KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) atau kegiatan menjaga Aslab sudah selesai Sistem secara otomatis akan menutup Absensi kelas.
Positifnya :
  1.  Tidak memerlukan Kartu Sebagai Inputan
  2. Hanya bisa di Akses yang ada d ikelas
  3. Tidak memerlukan beberapa Alat tambahan
  4. Tidak mudah Dicurangi, Karena setiap Kode Tiket akan berbeda satu dengan yang lain
Negatifnya :
  1. Membutuhkan proses yang panjang karena harus create tiket terlebih dahulu setiap masuk lab digital

 

3. Menggunakan Fingerprint sebagai Inputan

Mesin absensi fingerprint/sidik jari adalah salah satu mesin absensi  jenis biometrik yang menggunakan metode pendeteksian melalui sidik jari aslab atau dosen untuk mendata daftar kehadiran aslab atau dosen.

Alur kerja :
  1.  Aslab atau dosen akan Menempelkan Jari Tanganya (Registered) terlebih dahulu sebagai tanda jika Dosen sudah membuka kelas
  2.  Setelah KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) sudah selesai Sistem secara otomatis akan menutup kelas
positifnya :
  1. Penggunaanya yang praktis dan simpel.  Aslab atau dosen dapat langsung  mengabsen dan membuktikan kehadirannya dengan cara menempelkan salah satu jari atau seluruh jari tangannya  pada layar/monitor yang telah tersedia pada mesin absensi.
  2.  Pendataan absensi lebih akurat. Karena media yang digunakan untuk mendata absensi aslab atau dosen adalah sidik jari mereka masing-masing, maka akurasi absensi akan terjamin. Tidak ada lagi aslab atau dosen yang suka berbuat curang dengan menitip absen seperti pada mesin absensi kartu karena sidik jari mereka sendirilah yang harus diautentifikasi.
  3.  Kapasitas pengguna yang banyak/tak terbatas. Mesin absensi fingerprint dapat menampung data sidih kari yang jumlahnyabisa mencapai puluhan ribu bahkan tak terbatas karena tidak perlu ada produksi kertas/kartu ID.
Negatifnya :
  1. Memerlukan beberapa Alat tambahan, yaitu: Fingerprint Scanner, Raspberry Pi
  2. Pada umumnya, mesin absensi sidik jari memiliki kekurangan pada proses pendeteksian dan pendataan sidik jari aslab atau dosen tersebut. Mesin jenis ini cenderung mengalami error atau proses yang lambat apalagi jika sidik jari yang sedang dideteksi dalam kotor, basah, atau berkeringat. Dengan kata lain, mesin absensi fingerprint sangat sensitif.
  3. Memerlukan waktu untuk Register Aslab dan dosen

 

Views All Time
Views All Time
1
Views Today
Views Today
1
1 Total Views 1 Views Today

4 thoughts on “Konsep Planning Alat Project

  1. Hello Anggy,
    System absensi yang sekarang memang cukup makan waktu,
    jika bisa pakai RFID atau Finger print mungkin sangat membantu terutama dalam hal efisiensi waktu yang diperlukan untuk absensi.

    Saya comment Negatifnya RFID dulu ya …
    1. Kalau pakai RaspBerry mungkin biaya akan menjadi lebih mahal, lebih baik pakai RFID reader yang bisa langsung ke komputer di kelas.
    Dulu Fitria sdh pernah riset pakai ACR 122 ( punya kampus ) dan ACR 128 ( punya saya mungkin masih ada di bang Yo ? ). disamping itu pakai RaspBerry Anggy perlu membuat API agar pembacaan RFID reader bisa nyambung ke system absensi yg sudah berjalan.
    2. Celah penitipan absensi tetap bisa terjadi dengan kartu RFID
    3. RFID reader ACR128 bisa diprogram untuk membaca sector tertentu yang diinginkan, misalnya sector 3 yang dialokasikan NIM Mhs, maka reader diprogram untuk membaca Sector 3 tsb. Kalau tidak salah kartu RFID ukuran 1 Kb itu punya 16 Sector. jadi yang diperlukan adalah membaca sector yang diisi data NIM yang di-input oleh Anggy, bukan data FACTORY ID yang bawaan pabrik ya …

    Lalu yang Finger print, sbb:
    1. Kalau untuk tujuan riset mau pakai RaspBerry oke oke saja, tetapi kalau untk tujuan operasional mungkin beli Finger scanner yg sdh jadi dan yang ada Ethernet port mungkin sekitar 2.5 jutaan biasa sdh ada software Attendant standart, menurut saya lebih cepat bisa operasional, yang perlu Anggy buat adalah membca data attendance sebagai input untuk validasi data Absensi di kampus.
    2. Sensitifitaspembacaan memang terjadi, beberapa kasus jika sidik jadi terlalu halus, basah atau berminyak bisa fail.
    3. Benar , registrasi dgn scan jari cukup makan waktu, pakadah biasanya 1 orang standartnya 2 finger ..

    Anggy … di sekolah tempat kerja saya absensi karyawan pakai Kartu RFID dan validasi pakai finger lho.. jadi no-karyawan, nama, timestamp pakai pembacaan kartu tetapi confirmasi pakai finger .. jadi saya nggak bisa titip juga .. he he ..

    Yang pakai QR Code …, I have no idea … tetapi saya amati proses pencetakan tiket Kereta Api sekarang pakai QR Code menjadi luar biasa efisien waktu Boarding.

    Selamat melakukan riset ya Anggy .. Good Luck ..

    • hy Bp, terimakasih atas masukan nya, masing-masing alat mempunyai kelebihan dan kekurangan nya, dan mungkin Anggy akan mempertimbangkan memakai device yang mungkin memang diperlukan, sehingga tidak membuang buang biaya, dan Anggy akan melakukan riset dan testing jika alat tersebut nanti memang benar benar akan digunakan. 😊

  2. Hi Anggy,
    Setiap Alat yang diajukan pasti memiliki kekurangan dalam pemakaiannya yah Gy masukan dari Bp Agus juga menjelaskan Dampak Negatif dari setiap Alatnya.

    Terpenting adalah Anggy harus ada Uji Coba Testing setiap alatnya untuk melakukan absensi , bisa lebih tahu mana yang efesien waktu dan kelancaran dalam penggunaan jangka panjang.. Dan pastinya lebih baik dari sistem yang digunakan sebelumnya..

    Karena dengan Uji Coba akhirnya dapat mendapatkan kesimpulan mana alat yang trbaik untuk digunakan. Terimakasih

  3. Hallo Anggy

    Wah sepertinya konsep yang Anggy tuangkan mirip dengan apa yang akan Romzi gunakan nanti, Bolehlah kita lebih banyak sharing tentang hal ini Gy hehe 😉

    benar apa yang Riaz katakan Anggy harus banyak membuat beberapa kali testing atau Demo, karena demi kelancaran input proses dan output berjalan dengan baik, maka dari itu anggy sudah sampai mana yah untuk melakukan hal tersebut?

    Kapan kapan kita bahas tentang metode alat ini yuk, hehe 😉

    nah perlu diperhatikan beberapa advice dari Bp Ignatius Gy dan kembangkan pada project Anggy^^

    Good Luck yah Gy

    Edelweis the best, Cheers 🙂

Leave a Reply