Why Project PenA (Penilaian Absensi) ?

Hello Timur5…

Salam hangat semua, pada kesempatan kali ini Dewi ingin sharing perihal Project yang akan Dewi ambil dan konstribusikan dengan sebaik-baiknya dalam KKP Semester 7 besok. Kalian masih ingat Cermi Dewi tentang Hangout with Pensil Girls #1 ? Yuuups.. awalnya Dewi mengambil project Pensil (Penilaian Asisten Lab) untuk KKP, tetapi kemudian Mamoi selaku Team Teaching mengarahkan Ryzen untuk menggarap PenA (Penilaian Absensi) bersama-sama yang awalnya hanya Fuad.

Awalnya kami (Ryzen) senang karena ditempatkan dalam satu project, kemudian salah satu dari kami yaitu Yoke tetap kokoh pada pendiriannya dengan tetap mengambil project DIP  yang memang dari awal sudah Yoke ambil dan yakini. Hal itu membuat Dewi, Martha, Fuad bingung untuk mengambil PenA. Akhirnya Mamoi memberikan List project untuk kita pilih, seperti berikut:

Dengan pemikiran dan renungan yang panjang, kemudian Dewi, Martha, dan Fuad sepakat untuk mengambil PenA bersama dan menyatakan kesetujuannya:

Akhirnya Dewi mengambil project PenA dengan project code 212-AIR13 untuk KKP,  alasan Dewi memilih untuk mengambil PenA adalah karena menurut Dewi Sistem AO (Absensi Online) yang berjalan saat ini masih kurang efektif terbukti dengan banyaknya permasalahan yang muncul seperti:

  1. Masih banyak Mahasiswa/i yang melakukan manipulasi data absen melakukan penitipan absen kepada temannya dan mahasiswa tersebut tidak hadir di kelas.
  2. Terkadang ada juga dosen yang sudah melakukan absen di RCEP untuk membuka kelas yang diampu tetapi dosen tersebut tidak hadir di kelas pada saat jam pelajaran tersebut.
  3. Rekapan kehadiran Dosen ataupun Mahasiswa tidak terekap dengan baik, tidak ada rekapan kehadiran dosen dan mahasiswa tidak ada Rank dari Dosen dan Mahasiswa yang terajin dalam perkuliahan sehingga belum adanya TOP Management yang baik.

Dari sini Dewi mengetahui apa itu PenA, PenA (Penilaian Absensi) adalah Pelayanan Absensi Online untuk kehadiran Dosen dan Mahasiswa pada perkuliahan. Dengan PenA informasi Kehadiran Dosen dan Mahasiswa dapat diketahui secara Real dalam perkuliahan yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pada Perguruan Tinggi Raharja dan dirancang sangat user friendly sehingga memudahkan user saat mengakses PenA . Bukan hanya itu dengan adanya PenA juga dapat memonitoring Kinerja Dosen dan Kualitas Mahasiswa dengan mudah dan mendapatkan hasil rekapan kualitas dosen pengajar.

Penelusuran

Sistem Informasi Akademik dirancang untuk memenuhi kebutuhan Perguruan Tinggi yang menginginkan layanan pendidikan yang terkomputerisasi untuk meningkatkan kinerja, kualitas pelayanan, daya saing dan kualitas SDM yang dihasilkannya. Salah satu Sistem Informasi Akademik yang harus diperhatikan pengelolahannya adalah tentang Sistem Absensi yang berjalan dalam Perguruan Tinggi. Sistem Absensi Online yang dapat menciptakan akurasi, kecepatan, dan kelengkapan sebuah sistem yang terintegrasi sangat diharapkan sehingga proses kegiatan Perguruan Tinggi yang terjadi secara efisien.1. Sistem Absensi SmartCard pada Universitas Indonesia

1. Sistem Absensi Universitas Indonesia

Tempelkan Kartu

Sistem Absensi Universitas Indonesia saat ini menggunakan SmartCard atau KTM dan mesin yang digunakan untuk melakukan absensi adalah e-Akses dengan tujuan memanfaatkan penggunaan SmartCard secara maksimal dan membantu penataan sistem absensi di lingkungan UI secara terintegrasi.

a. Sistem Absensi Staf, Dosen, dan Karyawan
Sistem absensi untuk staf, dosen dan karyawan dibuat dalam 2 mode, yaitu:

  • Menggunakan kartu pegawai
  • Menggunakan kartu pegawai + autentikasi sidik jari

Keuntungan yang didapat dengan adanya sistem absensi pegawai ini antara lain:

  • Tidak akan terjadi “Buddy Punching”
  • Pemanfaatan kartu tanda pegawai sebagai alat absensi
  • Tidak akan terjadi kesalahan/ketidakakuratan pencatatan waktu kerja karyawan
  • Otomatis dan terintegrasi langsung ke sistem kepegawaian.
  • Absensi dapat dilakukan dengan sangat mudah

b. Sistem Absensi Mahasiswa
Sistem absensi mahasiswa dilakukan hanya menggunakan KTM dengan cara melakukan “tap” pada reader(alat absensi) akan diletakkan disetiap pintu kelas.

  • Mahasiswa akan melakukan absensi sendiri dengan menggunakan KTM
  • Terdapat rules dimana mahasiswa hanya dapat mengabsen pada waktu tertentu yang ditentukan dan segala pengecualian diurus pada SBA yang bersangkutan
  • Melakukan “tap” pada reader-reader yang terpasang di setiap ruangan perkuliahan

Namun, Sistem absensi ini pun mempunyai kekurangan.  Masalah yang mungkin dapat terjadi:

  • Kartu secara fisik rusak.
  • Kartu terdeteksi tetapi e-Akses mengatakan status tidak dikenali.
  • Jari tidak dapat dikenali. Hal ini dapat terjadi karena struktur sidik jari berubah

Untuk selengkapnya, silahkan KLIK DISINI

2. Sistem Absensi IPB 

Tampilan Login

Tampilan setelah Login

Rekam kehadiran online bagi pegawai di lingkungan IPB (Dosen dan Tenaga Kependidikan) adalah rekam kehadiran alternatif selain rekam kehadiran finger print (FP), yang ditampilkan pada rekapan kehadiran bulanan adalah jam datang yaitu pada saat melakukan rekam kehadiran pertama dan jam pulang yaitu pada saat melakukan rekam kehadiran yang terakhir. Rekam kehadiran online hanya bisa digunakan dengan dengan menggunakan jaringan lokal IPB dan user access masing-masing pegawai (INTRANET), dan tidak bisa dilakukan bila berada di luar jangkauan jaringan lokal IPB (INTERNET). Rekam kehadiran online adalah salah satu sub aplikasi sistem informasi di SDM untuk membantu memudahkan rekam kehadiran bagi pegawai (dosen dan tenaga kependidikan) di lingkungan IPB. Selengkarnya..

Dewi juga mencari melalui global searching pada http://ilearning.me/globalsearch/ dengan kata kunci “Absensi Online” dengan hasil temuan 875 result.

Kemudian Dewi juga melakukan penelusuran di Perguruan Tinggi Raharja tepatnya pada situs Widuri mengenai Absensi Mahasiswa yang mana Dewi menemukan sebuah kutipan:

“Sistem kehadiran saat ini kurang efekti dan efisien karena peluang mahasiswa untuk melakukan manipulasi data kehadiran tersebut terhitung masih terjadi. Bidang Tata Usaha juga mengalami kesulitan dalam menentukan apakah mahasiswa berhak mengikuti ujian atau tidak mengikuti ujian.” – Muhammad Sri Bintang Prasetyo

Dari kutipan diatas dapat diambil permasalahan yang dihadapi adalah masih banyak Mahasiswa/i yang melakukan manipulasi data sehingga data yang masuk belum tentu sesuai dengan apa yang terjadi di dalam perkuliahan.

Kemudian Sistem Absensi PenA sendiri menggunakan QRCode yang discan dalam website PenA pada pena.raharja.ac.id

Gambar: Tampilan PenA

Setelah menelusuri beberapa referensi tentang sistem absensi online di Kampus luar, menurut Dewi Sistem Absensi PenA sudah cukup baik dari sistem absensi di Kampus-kampus lain. Nah maka dari itu, bagaimana agar Sistem Absensi PenA menjadi lebih baik dari Sistem Absensi sebelumnya pada Perguruan Tinggi Raharja? Maka yang mungkin akan Dewi konstribusikan dalam PenA  yaitu:

  1. Membuat Alur Generate Qrcode Absensi yang mudah, cepat, dan terintegrasi, sehingga memudahkan Mahasiswa maupun Dosen untuk absen dan diharapkan data yang masuk benar-benar sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya,
  2. Membuat Viewbord untuk menampilkan informasi yang berguna bagi Mahasiswa dan Dosen.
  3. Dengan adanya Viewbord ini Dosen dan Mahasiswa juga dapat melihat informasi kehadiran dalam kelas siapa yang rajin masuk dan tidak rajin masuk, sehingga diharapkan dapat mendorong dan memotivasi Dosen maupun Mahasiswa untuk dapat hadir di dalam kelas.
  4. Penambahan notifikasi informasi tentang mahasiswa yang sudah berhak mengikuti ujian dan yang belum berhak mengikuti ujian.

Dengan hadirnya PenA (Penilaian Absensi) diharapkan Pelayanan Absensi di Perguruan Tinggi Raharja dapat semakin mudah dan tentunya lebih berkualitas. Sekian cermi dari Dewi mengenai Why Project PenA (Penilaian Absensi). Saran dan Kritik sangat diharapkan karna merasa masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Terimakasih^^

Views All Time
Views All Time
181
Views Today
Views Today
2
191 Total Views 2 Views Today

2 Responses

  1. Dewi bisa menampilkan bintang, dan Fuad menampilkan Fitria, jadi masing masing punya explorasi sendiri bukan sekedar copy paste satu sama lainnya. Itu hal yang bagus. Walaupun diharapkan penelusuran yang lebih mendalam.
    Tentang link luar juga harus kepoin lebih mendalam, apakah mereka jalannya efektif atau g, harus diketahui melalui keluhan keluhan dari pemakainya dalam hal ini mahasiswanya. Setelah kita tahu pasti kekuatan lawan, baru kita bisa lebih tahu rancangan yang kita ingin buat. Harus lebih mendalam.

    1. Sebelumnya, terimakasih Pa UR sudah sempatkan untuk BBC cermi why project Dewi. Dan terimakasih banyak Pa UR sudah memberikan masukan kepada Dewi yang sangat berguna sekali untuk dewi bisa memperbaiki why project agar lebih baik lagi.
      Dewi sudah perbaiki why project nya dan semoga hasilnya jauh lebih baik dari sebelumnya^^

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.