Mencari Tahu Apa itu SINTA Ristekdikti?

 

Hello Semuanyaaaa……^^

Bertemu lagi dengan cermi Dina, kali ini Dina ingin membahas SINTA Ristekdikti.

Saat ini pemerintahan sedang gencar-gencarnya berusaha mendongkrak hasil-hasil penelitian untuk dapat dipublikasikan di tingkat global ( internasional). Hasil penelitian yang dipublikasikan merupakan sebuah aset negara yang sangat penting karena tingkat peradaban sebuah negara dapat dilihat dari jumlah publikasi yang dihasilkan. Sehingga tidak dapat di pungkiri, dan kini setiap  negara saling memperebutkan untuk mendapatkan peringkat tertinggi dalam publikasi internasional.

Dan Jumlah penduduk di negara indonesia ini relatif lebih banyak dari pada beberapa negara tetangga, namun kenyataannya, kini jumlah publikasi di negara kita masih kalah jumlah publikasi di beberapa negara tetangga. Menurut informasi dari Ristekdikti bahwa salah satu penyebabnya adalah rendahnya publikasi global para peneliti tersebut. Berdasarkan inilah maka untuk meningkatkan jumlah publikasi, pemerintahan melalui Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) membangun Science and Technology Index yang diberi nama SINTA.

Mohamad Nasir

YOGYAKARTA, Dalam rangka mewujudkan kemandirian anak negeri dan mendorong kultur publikasi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) meluncurkan SINTA – Science and Technology Index pada Rakornas Kemenristekdikti 2017 (30/1).

Salah satu permasalahan yang masih dihadapi Indonesia yakni belum sebandingnya jumlah mahasiswa dan jumlah dosen dengan jumlah publikasi yang dihasilkan. Kurang dikenalnya penelitian anak negeri di tingkat global antara lain diakibatkan rendahnya publikasi global para peneliti tersebut.

Apakah itu SINTA?, berdasarkan penegrtian yang terdapat di laman Ristekdikti, SINTA (Science and Technology Index) merupakan portal yang berisi tentang pengukuran kinerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang meliputi antara lain kinerja peneliti, penulis, author, kinerja jurnal dan kinerja institusi iptek untuk mendorong budaya publikasi ilmiah.

Mohamad Nasir mengatakan portal ini dibuat karena jumlah mahasiswa dan jumlah dosen belum sebanding dengan jumlah publikasi yang dihasilkan sehingga mengakibatkan peneliti Indonesia kurang dikenal masyarakat global.

Situs SINTA ristekdikti.go.id

Berbeda dengan sistem lain yang telah ada sebelumnya di Indonesia, SINTA memiliki fungsi relasi, sitasi, dan pengindex. SINTA juga menggunakan sistem entry-exit digital dan dikelola secara multisektor yang mempunyai tugas dan fungsi sinergis yakni Kemenristekdikti dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

SINTA ini berbeda dengan alat pengindeks yang sudah ada, diantaranya seperti :

Menurut Wikipedia, Google Cendekia (bahasa Inggris: Google Scholar) adalah layanan yang memungkinkan pengguna melakukan pencarian materi-materi pelajaran berupa teks  dalam berbagai format publikasi. Diluncurkan pada tahun 2004, indeks Google Scholar ini mencakup jurnal-jurnal online dari publikasi ilmiah. Menyediakan cara yang mudah untuk mencari literatur akademis secara luas dan dapat mencari di seluruh bidang ilmu dan referensi dari suatu tempat seperti makalah peer-reviewed, thesis, buku, abstrak, dan artikel, dari penebit akademis, komunitas profesional, pusat data pracetak, universitas, dan organisasi akademis lainnya.

Portal Garuda IPI (Indonesian Publication Index) adalah suatu gerbang penelusuran, indeksasi, abstraksi, monitoring, dan untuk peningkatan standar kualitas publikasi ilmiah di Indonesia.

  1. Pencarian; meliputi pencarian artikel, pencarian penulis, pencarian sumber (jurnal dan prosiding), pencarian penerbit
  2. Penelusuran; meliputi penelusuran sumber Penerbit, sumber Jurnal/Prosiding, penelusuran artikel
  3. Unduhan Sitasi; Fasilitas ini untuk memudahkan para pengunjung mengunduh metadata artikel yang disebut dengan sitasi dengan beberapa format seperti BibTex dan RIS (EndNote,Procite)
  4. Unduhan fulltext dalam format PDF; Para pengunjung bisa mengunduh fulltext dalam format PDF secara mudah.
  5. Laporan Jurnal (journal Report); Pengelola jurnal maupun bisa melihat laporan akses ke jurnal yang ada di IPI. Laporan meliputi jumlah paper yang dilihat oleh pengunjung, fulltext PDF yang didownload, dan laporan mengenai sebaran kota di seluruh dunia yang mengakses artikel jurnal tersebut. Dalam laporan juga menampilkan statistik artikel yang paling banyak diunduh.

Sebagai pengindeks jurnal ilmiah nasional terakreditasi, InaSTI juga memiliki peran dalam menentukan kompetensi peneliti di Indonesia melalui h indeks yang dikeluarkan dalam bentuk database yang bisa diakses melalui laman tersebut. 

Situs web resmi Scopus 

SINTA sudah mengarah ke portal pengindeks global (Internasional) semisal Scopus yang sudah memiliki fitur yang lebih lengkap karena sudah dilengkapi dengan beberapa fitur seperti, diantaranya:

  • Citation

Pada bagian Citation ini menampilkan h-index dalam kurun waktu petahun untuk Google Scholar dan Scopus. Citation adalah referensi atau daftar pustaka. Dimana isi dari citation ini menjelaskan darimana suatu kalimat tersebut berasal. Kutipan dapat berasal dari suatu hal yang telah diterbitkan dan tidak diterbitkan.

  • Networking

Pada bagian Networking,kita dapat mengetahui networking dengan peneliti lain yang pernah mengadakan kerjasama dengan kita.

  • Research

Pada bagian Research Output berisi mengenai artikel jurnal, buku dan artikel seminar yang telah kita hasilkan.

  • Score

Pada bagian Score, Kita dapat melihat indeks di Scopus, Google Scholar dan InaSTI.

Keunggulan utama SINTA dibandingkan dengan portal peng-indeks yang lain yaitu dapat secara otomatis meng-indeks hasil karya yang telah ter-indeks di Google Scholar, Scopus, InaSTI dan Indonesian Publication Index (IPI).

SINTA dibuat guna mewadahi hasil penelitian yang sudah dipublikasikan secara online. Sehingga orang yang dapat berkontribusi di Portal SINTA adalah para peneliti dan dosen. Dosen juga dianggap sebagai peneliti karena disamping mengajar di kelas, dosen juga melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Sehingga kedua profesi inilah yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan indeks publikasi jurnal ilmiah di negara kita.

“Saya harap SINTA dapat memotivasi para peneliti untuk lebih giat menghasilkan publikasi dan perlahan dapat menghilangkan ketergantungan penggunaan sistem pengindeks publikasi dari luar negeri,” ujar Menteri Nasir setelah peluncuran SINTA di Grha Sabha Pramana Yogyakarta.
“Sistem ini memang masih jauh dari sempurna karena memang baru dimulai. Namun akan terus disempurnakan,” ujar Menteri Nasir saat Rakernas Kemenristekdikti 2017 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Pada situs SINTA ristekdikti ini terdapat :

  • AUTHORS

Authors

Author adalah pembuat atau yang menciptakan entah itu pembuat atau menciptakan situs website atau penulis dll itu disebut Author. Dan pada web SINTA ini sudah terdapat 27,516 Authors. 

  • AFFILIATIONS

Affiliations

Afiliasi yang merupakan saduran dari kata “affiliation” (Bahasa Inggris), adalah bentuk kerjasama antara dua lembaga yang masing-masing berdiri sendiri. Secara singkat, afiliasi juga bisa diartikan “anggota” atau “cabang”. Dan pada web SINTA ini sudah terdapat 4.443 Affiliations.

STMIK Raharja terdaftar pada website SINTA ristekdikti dengan Score 12

  • JOURNALS

JOURNALS

Pada website SINTA ristekdikti ini sudah terdapat 959 Journal seluruhnya dari S1 sampai S6.

 

  • TOP 50 Authors pada website SINTA

  • TOP 200 Affiliations pada website SINTA
 
  • Supported pada website SINTA

  1. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
  2. Universitas islam Sultan Agung
  3. Universitas Ahmad Dahlan
  4. Universitas Sriwijaya

 

 

2169 Total Views 1 Views Today
Views All Time
Views All Time
1956
Views Today
Views Today
1

One Response

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.