Analisa Pengembangan Kuesioner Akademik Pada SIS+ di Perguruan Tinggi

Assalamualaikum TimUR..

Bagaiaman kabar nya ni, sehat ya sehat?

Kali ini Iim kembali lagi dengan membawa kabar gembira lho.

Seneng ya tiap dateng bawa kabar gembira terus, iya harus dong, apa alasan kita untuk tidak bahagia? ehh..

Jadi ceritanya pada hari Rabu tepatnya pada tanggal 13 – september – 2017 adalah hari yang sangat menyenangkan.

Ada yang tahu kenapa bisa demikian?

Because, Iim mendapatkan Project untuk KKP pada Semester ini.

Dan Project yang Iim ambil adalah…

Jeng jeeng..

                           Kuesioner Akademik

                    Description of My Project
                          Apa itu Kuisoner?

Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada. Dengan menggunakan kuesioner,
analis berupaya mengukur apa yang ditemukan dalam wawancara, selain itu juga untuk menentukan
seberapa luas atau terbatasnya sentimen yang diekspresikan dalam suatu wawancara. (Danang, 2012).

Jadi, seperti yang kita kettahui selama ini sebagai Pribadi Raharja, biasanya 2 minggu sebelum kita menjalani UAS (Ujian Akhir Semester) kita selalu mendapatkan selembaran kertas yang dibagikan oleh petugas yang bersangkutan. Apa isi selembaran kertas ini?

Selembar kertas untuk mengisi Kuesioner penilaian kinerja dosen dalam hal mengajar di kelas. Jika berbicara tentang kertas dan mengisi pastinya masih manual ya guys.

Alasan inilah yang membuat Iim tertarik mengambil Project ini karena sistem yang diterapkan tentang Kuesioner manual masih kurang efisien. Kampus kita kan adalah salah satu Kampus Unggulan, eaaa.. Kenapa tidak memulai dari selembar kertas untuk dijadikan sesuatu yang bisa dibawa ke meja sidang (masih jauh ey).                               Jadi artinya kenapa kita tidak menciptakan sesuatu yang baru untuk membantu para Pribadi Raharja dalam hal pengisian Kuesioner secara mudah dan cepat. Dan pastinya tidak mengganggu berjalannya waktu belajar. Nah lho kenapa bawa-bawa waktu belajar?

                             Permasalahan
  1. Petugas datang membagi selembar kertas kuesioner saat kita berada dalam kelas dan saat itu pula kita sedang belajar.
  2. Waktu belajar yang terbuang walaupun kurang lebih hanya memakan waktu 3-5 menit.
  3. Untuk petugas bisa kerja 2x. membagi di kelas dan menginput data tersebut.
  4. Penumpukan berkas yang tidak terpakai, jika penginputan sudah selesai lalu kertas dibuang begitu saja.
  5. Hemat tenaga, petugas tidak perlu bolak balik mendatangi setiap kelas untuk membagikan dan menunggu para mahasiswa mengisi Kuesioner tersebut.
  6. Hemat biaya, tidak usah membeli kertas
  7. tidak perlu print out
  8. tidak perlu PC (photo copy)

Dan untuk kedepannya Project Kuesioner Akademik ini akan Terintegrate pada SIS+ 

Supaya Pribadi Raharja / Mahasiswa bisa mengakses dengan mudah dan cepat .

                             Sumber Referensi

Ternyata ada beberapa Universitas yang menggunakan Kuesioner Akademik

  1. STMIK Kharisma Karawang
  2. STMIK Indonesia 
  3. ITB 

Ok, sekian Cermi Project dari lim, Jangan lupa BBC ya Teman – teman ^^.

118 Total Views 1 Views Today
Views All Time
Views All Time
96
Views Today
Views Today
1

22 Responses

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.