Why Project RME (Raharja Multimedia Edutainment) ?

Annyeonghaseyo ~

Image result for hello png

Haloo semuaa, bertemu lagi nih dengan why project dwi. Sebelumnya pada saat kkp dwi juga sudah membuat Why Project Website Kerjasama Perguruan Tinggi DISINI namun dalam menjalani skripsi saat ini dwi ingin mengganti project dari iMe MoU menjadi iMe RME dan dwi juga sudah menjelaskan alasan dwi ganti project pada cermi ” Mengembangkan sebuah ide kecil “.

Jadi pada cermi tersebut dwi sudah menjelaskan alasan untuk ganti project. Nah setelah memutuskan untuk ganti project ke RME, dwi pun mulai mencari tahu lebih dalam apa itu RME.

1. Apa itu RME ( Raharja Multimedia Edutainment ) ?

Image result for logo RME RAHARJA

Dikutip dari Widuri dan iRan, pengertian RME yaitu :

RME ( Raharja Multimedia Edutainment )  mengandung pengertian bahwa STMIK Perguruan Tinggi Raharja dalam mengembangkan konsep proses pembelajaran berbasis multimedia dikemas secara edutainment (education and entertainment) sehingga menghadirkan konsep Interactive Digital Multimedia Learning (IDML) yang menyentuh kekuatan panca indra meliputi teks, gambar, dan suara untuk memberikan pelayanan dalam proses belajar mengajar kepada seluruh civitas akademika STMIK Raharja dan secara terus menerus melakukan perbaikan (continuous improvement) menuju kesempurnaan dalam materi bahan ajar yang selalu berkembang seiring dengan kemajuan dan perkembangan teknologi.

Menurut pendapat dwi, RME merupakan sebuah sistem yang dapat mendukung proses perkuliahan yang didalamnya terdapat sejumlah informasi CV (Curiculum vitae) Dosen dan juga tersedianya bahan materi perkuliahan yang dapat diakses oleh pribadi raharja.

Selain itu seperti yang dikutip dari iMe akreditasi DISINI yaitu “Sistem Arsitektur pada STMIK Raharja terdiri dari 4 (empat) pilar IT Structure ( Gambar 1 : IT Structure)  yang meliputi RME (Raharja Multimedia Edutainment), SIS (Student Information Services), GO (Green Orchestra) dan INTEGRAM (Integrated Raharja Marketing). ” yang artinya RME merupakan salah satu dari empat pilar IT Structure yang berperan penting dalam menunjang proses perkuliahan.

Gambar 1 : IT Structure

2. Referensi sistem penyimpanan materi perkuliahan

Di indonesia sendiri, selain Perguruan Tinggi Raharja banyak Universitas ataupun perguruan tinggi lainnya yang sudah memiliki sistem penyimpanan materi perkuliah seperti Universitas Esa Unggul , ITB, Universitas Amikom Yogyakarta , dan Universitas Budi Luhur

Gambar 2 : Penyimpanan bahan presentasi Universitas Esa Unggul

Gambar 3 : Perpustakaan Digital ITB yang juga menyimpan buku-buku perkuliahan

Gambar 4 : Penyimpanan materi bahan ajar universitas amikom yogyakarta

Gambar 5. Website elearning universitas budi luhur

3. RME Pada Perguruan Tinggi Raharja

Nah dalam hal ini Perguruan Tinggi Raharja dapat dikatakan sedikit tertinggal dibanding perguruan tinggi-perguruan tinggi ataupun universitas-universitas tersebut, dikarenakan sistem penyimpanan materi perkuliahan yang bersifat semi-online yaitu hanya bisa di akses menggunakan wifi local saja sehingga hanya bisa di akses di lingkungan kampus. Pada why project OJS milik kak maulana DISINI terdapat masukan dari Pak UR untuk menelusuri perihal OJS di ilearning.me malalui globalsearch dengan kata kunci “OJS” maka dwi pun mengikuti langkah tersebut dengan menuliskan kata kunci RME sehingga dwi dapat menemukan beberapa informasi lebih perihal RME di Perguruan Tinggi Raharja.

Gambar 6 :  283 Hasil dari pencarian kata RME di Global search RME

Dwi dapat menarik kesimpulan mengenai pentingnya pengembangan RME berbasis online untuk meningkatkan fasilitas penyimpanan materi bahan ajar pada Raharja, dimana seperti yang Sampaikan sebelumnya bahwa dari 283 temuan yang berkaitan dengan RME hanya ada 4 point yang dapat dwi simpulkan, antara lain :

  1. RME pada Perguruan Tinggi Raharja masih berbasis semi-online atau hanya bisa diakses menggunakan wifi local di lingkungan perguruan tinggi raharja.
  2. RME pernah diteliti oleh mahasiswa TimUR 5 dan bisa dilihat Why project yang telah di buat oleh Iim DISINI, namun berhenti
  3. Terdapat penelian mengenai RME+ yang merupakan project dalam mata kuliah independent study DISINI
  4. Kurang optimalnya sistem yang ada, yaitu tidak terupdatenya CV , daftar nama dosen aktif persemester, ataupun bahan ajar pada RME
  5. Pendapat dari dwi yaitu , sebagai Perguruan Tinggi dalam bidang Informatika Dwi rasa RME sangat perlu dikembankan lebih baik lagi di Perguruan Tinggi Raharja, sehingga dapat meningkatkan fasilias perkuliahan dimana IT adalah bidang utama.

Berikut tampilannya RME saat ini :

1. Tampilan Halaman home pada RME – Daftar nama dosen keseluruhan

2. Tampilan mata kuliah yang di ampuh Dosen

3. Terdapat Daftar kelas yang di ampuh pada semester aktif

4. Menu ketika salah satu matakuliah dipilih, di dalamnya terdapat Silabus, SAP, Tugas Mandiri 1, Tugas Mandiri 2, Peraturan, Review, Diktat dan Modul Praktikum. Terdapat juga bahan materi bahan ajar dari pertemuan 1 sampai 14.

Untuk rencana selanjutnya melalui RME Online ini dwi pribadi berharap dapat memberikan kontribusi kepada Perguruan Tinggi Raharja sehingga untuk kedepanya kegiatan seluruh pribadi raharja dapat dengan mudah mengakses bahan ajar baik mahasiswa ilearning maupun reguler dengan mengakses RME  sebagai wadah utamanya. Dengan RME ini juga dwi bertujuan dapat meningkatkan mutu perguruan tinggi raharja dalam menghadirkan penyimpanan materi ajar online sehingga dapat bersaing dengan perguruan tinggi atau universitas lainya yang telah memiliki sistem penyimpanan materi perkuliahan seperti RME.

Sekian cermi dwi mengenai Why Project RME (Raharja Multimedia Edutainment) ? , Dwi pribadi meminta adanya saran ataupun kritik dari pembaca, terutama pembimbing Saya Pak Ur dan Kak Hap mengenai cermi dwi ini, dan dapat memberikan persetujuan untuk project baru dwi ini. Terimakasih

Related image

Views All Time
Views All Time
1
Views Today
Views Today
1
1 Total Views 1 Views Today

7 thoughts on “Why Project RME (Raharja Multimedia Edutainment) ?

Leave a Reply