Kuliah umum & Workshop Simposium Cendekia Kelas Dunia 2019 ( SCKD 2019)

Hallo teman-teman TimUR..

Kembali lagi dengan cermi Lisa nih.. kali ini Lisa mau sharing tentang Kuliah umum & Workshop Simposium Cendekia Kelas Dunia 2019 ( SCKD 2019) yang bertema Penulisan Artikel Bereputasi Internasional bersama Diaspora kelas dunia yang di bimbing oleh Diaspora Prof. Akbar Rhamdani dari Swiburne University, Australia. Acara ini dilaksanakan pada tangaal 22 Agustus 2019 yang bertempat di ruang ALPHABET INCUBATOR UNIVERSITAS RAHARJA pada pukul 08.00 WIR s.d selesai.

JAKARTA – Sebanyak 55 ilmuwan diaspora akan diundang pulang ke Tanah Air untuk mengikuti Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) 2019 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti. Rangkaian acara yang dihelat selama sepekan, yakni dari 18-24 Agustus di Jakarta ini mendapat respons positif dari masyarakat luas. Lebih dari 2.500 peserta pun mendaftar untuk bertemu dengan para anak bangsa yang telah sukses meniti karier sebagai akademisi di luar negeri tersebut.

Kehadiran ilmuwan luar negeri sendiri memang selalu menjadi daya tarik bagi para akademisi Tanah Air, terutama dalam menjajaki kolaborasi riset. Tahun ini, Kemenristekdikti juga membuka peluang bagi perguruan tinggi negeri dan swasta, bahkan perguruan tinggi di bawah koordinasi kementerian lain untuk ikut serta dalam memberdayakan talenta yang dimiliki ilmuwan diaspora. Tercatat, sebanyak 65 perguruan tinggi di berbagai daerah mengusulkan diri untuk didatangi ilmuwan diaspora.

“Antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan SCKD 2019 ini memang meningkat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini karena momentum acara bertepatan dengan tahun pembangunan sumber daya manusia yang kini sedang diprioritaskan oleh Pemerintah,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti, Jumat (9/8).

Dirjen Ghufron menyebut, target peserta sebelumnya hanya sekira 500 orang. Namun setelah dibuka pendaftaran secara online melalui laman diaspora.ristekdikti.go.id dalam kurun waktu kurang dari seminggu pendaftar telah mencapai 2.500 orang lebih. Tak sedikit pendaftar yang berprofesi di luar akademisi. Bahkan, para millennial pun tertarik mengikuti kegiatan yang bersifat ilmiah ini. Tekait hal tersebut, nantinya para pendaftar akan diseleksi dengan mempertimbangkan ketertarikan bidang keilmuannya.

Di sisi lain, Dirjen Ghufron menyampaikan bahwa beberapa ilmuwan diaspora yang diundang adalah mahasiswa Post Doctoral yang masih muda, tetapi sudah memiliki berbagai pengalaman di bidang keahliannya. Terdapat pula ilmuwan diaspora yang usianya di bawah 40 tahun, namun telah memiliki jenjang karier yang menjanjikan di institusi tempatnya bekerja. Berkat kegiatan ini pula, mereka mampu menjadi jembatan untuk menjalin kerja sama dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) hingga mobilisasi dosen atau mahasiswa Indonesia ke institusi luar negeri ternama.

“Ilmuwan diaspora yang muda ini kami berikan kesempatan untuk menularkan ketertarikan terhadap sains kepada generasi millennial. Maka dari itu, pada rangkaian acara tanggal 20 Agustus nanti akan ada sesi khusus talk show yang dikemas menarik dan interaktif untuk membicarakan sains. Para peserta juga bisa memanfaatkan acara ini untuk bertemu dan bertanya langsung mengenai pengalaman hingga tips dan trik belajar di perguruan tinggi luar negeri,” tutur Dirjen Ghufron.

Tak hanya itu, untuk lebih mendekatkan ilmuwan diaspora kepada generasi muda, Kemenristekdikti juga mengajak mahasiswa dari seluruh negeri untuk mendampingi para ilmuwan diaspora selama mengunjungi institusi di berbagai daerah. Para mahasiswa cukup mengunggah ulang (re-post) poster SCKD 2019 melalui akun instagram pribadinya, kemudian menuliskan caption menarik mengenai makna ilmuwan diaspora. Alhasil, cara ini pun mendapat cukup perhatian dari para netizen.

“Para mahasiswa tentu sangat tertarik, bisa jalan-jalan mengunjungi daerah yang mungkin belum pernah mereka datangi, ditambah dapat melihat langsung aktivitas para ilmuwan diaspora, ini adalah pengalaman yang langka. Para ilmuwan diaspora akan bertindak sebagai role model, terlebih bagi mahasiswa yang memiliki minat besar untuk melanjutkan studi,” kata Dirjen Ghufron.

Sementara bagi dosen muda, SCKD 2019 mampu menjadi sarana untuk memperluas jaringan dengan akademisi luar negeri. Dirjen Ghufron menambahkan, ilmuwan diaspora harus mampu mengafirmasi perguruan tinggi yang selama ini masih kesulitan untuk meningkatkan penelitian dan publikasinya. Peran dan keterlibatan inilah yang kemudian menjadi sarana untuk terus merajut nasionalisme dan kebangsaan ilmuwan diaspora yang kerap menjadi sorotan lantaran memilih bekerja di luar negeri.

“Inilah yang kami sebut ‘Membangun Indonesia dari Dunia’. Para ilmuwan diaspora adalah anak bangsa yang perlu untuk dirangkul dalam membangun Indonesia. Saya harap acara ini dapat bermanfaat bagi pengembngan pendidikan tinggi kita ke depan,” tandas Dirjen Ghufron.

sumber: disini

Wahh.. luar biasa ya kampus tercinta kita menjadi salah satu kampus yang dikunjungi oleh orang hebat seperti Prof. Akbar Rhamdani. Tidak lupa juga Lisa ingin sharing momen-momen yang terpotret pada acara kemarin, pada tanggal 22 Agustus 2019 nih gengs..

Dan tidak lupa juga para teman-teman TimUR untuk berfoto dengan Prof. Akbar Rhamdani

Setelah kunjungan Prof. Akbar Rhamdani ke  ALPHABET INCUBATOR dilanjutkan kembali ke GMT (Grand Max Theater) yang dihadiri para dosen dan staff Universitas Raharja.

Dan diakhir acara terdapat pemberian plakat dan sertifikat kepada Prof. Akbar Rhamdani. Juga diakhiri dengan sesi foto bersama para dosen dan staff Universitas Raharja.

Prof. Akbar Rhamdani juga tidak lupa memberikan pesan dan kesannya untuk Universitas Raharja.

Views All Time
Views All Time
98
Views Today
Views Today
1
128 Total Views 1 Views Today

9 Responses

  1. sangattt beruntung skali yaaa lis kampus kita tercintah, terlebih spesial lgi 🅰🚀 kita bisa menjadi salah satu bagian dari SCKD 2019, semoga tahun depan kita bisa ikutan lgi yaaa ^^

  2. wahhh mantapp ya lis, alhamdulilah prof. akbar bisa main-main ke A🚀dan bisa sharing-sharing tentang ilmu yang dia punya. suatu kebanggaan untuk kita semua pribadi raharjaaa

  3. Hari yang spesial nih bisa ketemu Prof. Akbar yang jauh-jauh dari Australia,,,
    Orangnya gahul banget dah,, dan ilmu yang disampaikan bermanfaat buat kita semua yang mau bikin paper nasional dan internasional
    Seneng banget bisa ada acara yang begitu kerennya di Alphabet Incubator Universitas Raharja,,, semoga kedepannya bisa ada tamu lainnya yang keren juga 😀 😀 ^^

    BTW Fotonya banyaaak,, keren keren ^^

  4. Panjang juga ya lis isi cerminya wkwkwk
    Good Job bener2 serius ngikutin acara SCKD 2019 ya lis with Prof.Akbar Rhamdani 🚀 semua yang beliau sampaikan sangat bermanfaat buat kita semua dan suatu kebanggaan Universitas Raharja kedatangan tamu istimewa seorang ilmuwan Diaspora 😍😍😍

  5. Waah alhamdulillah kita bisa dapet kesempatan luar biasa seperti ini, Universitas Raharja menjadi salah satu perguruan tinggi yang mendapatkan kesempatan untuk bisa sharing ilmu dengan prof.Akbar rhamdhani, dan sungguh bangga Prof. Akbar bisa mengunjungi Alphabet Incubator 😊 semoga ilmu yang kita dapatkan dari acara tersebut dapat bermanfaat untuk kita semua kedepannya 😊
    Next semoga makin banyak tamu dan tokoh besar yang bisa mengunjungi UR dan A🚀

  6. Wah asik banget ya, semoga kita berkesempatan menjadi seperti beliau yah 🤩🤩
    semua yang beliau sampaikan sangat bermanfaat buat kita semua dan suatu kebanggaan Universitas Raharja kedatangan tamu istimewa seorang ilmuwan Diaspora 😍😍

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.