Ngampoozin Potensimu to Create innovation

Alohaa sahabat timur^^🃏

Halooo gaes, welcome back with meh. With Di way ti el ei en (D-Y-T-L-A-N) 🃏

Di sesi kali ini dytlan ingin sharing nih pengalaman serta ilmu yang bermanfaat dalam mengikuti acara ngampoozin potensimu to create Innovation, yooo let’s cekidot gaes ^^


Acara ngampoozin potensimu : #1 Step to create innovation

di acara tersebut 3 orang dari tim ADT  datang untuk mengikuti seminar dimana keynote speakernya adalah Pak Wahid Nurdin yang merupakan CEO dari Spaceless Indonesia yang ternyata merupakan pivot OVO dimana sebelumnya OVO merupakan website untuk pelayanan parkir menjadi payment gateway serta sharing bersama Pak Ronnie selaku CEO Ngampooz dan yang menuntun Tim ADT dalam melakukan project.

Banyak ilmu dan pengalaman yang didapat ketika mengikuti seminar bahkan setelah selesai seminar pun kita coba sharing dengan Pak Wahid dan Pak Ronnie yaitu sebagai berikut :

  1. Quote yang sangat menginspirasi dari Pak Wahid dan Pak Ronnie dimana beliau – beliau mengatakan “Impact first, money will come” 
  2. Inovasi pada awalnya merupakan sebuah perubahan yang berdampak besar namun di era saat ini inovasi berubah menjadi suatu perubahan yang relatif kecil.
  3. Core concept dalam mengimplementasikan sebuah ide adalah design thinking + lean + agile
  4. Di era saat ini peluang untuk mengembangkan startup tidak menutup kemungkinan startup kecil bisa mengendalikan sebuah perusahaan ataupun startup besar. Seperti contoh blue bird dimana aplikasi transportasinya core teknologinya berasal dari Gojek.
  5. Perubahan pola pikir dimana pada awalnya think -> feel -> do berubah menjadi do -> feel -> think.
  6. Sharing ke orang lain (disarankan bukan orang terdekat ataupun teman) mengenai ide yang ingin kita eksekusi. Pada Era saat ini jangan khawatir ide kita dicuri, karena sekalipun ide kita di curi, pasti cara mengeksekusinya pun berbeda.
  7. Innovasi lahir dari ATM (Amati Tiru Modifikasi) sebagai contoh gojek yang mungkin mengikuti metode tersebut dan mendapatkan ide awal dari Uber.
  8. Kita kita meniru secara context, tapi tidak bisa secara content.
  9. “Make what you can sell, don’t sell what you can make” dimana analoginya adalah jika saya merupakan seorang pembuat nasi goreng yang enak, dan saya membuka warung nasi goreng padahal disekitar saya sangat suka memakan pecel lele. Maka, saya akan belajar untuk bisa membuat pecel lele. Karena, kita tidak bisa memaksakan perubahan pada customer. Yang bisa berubah hanyalah kita pribadi.
  10. foto di atas merupakan pertanyaan dytlan (bisa dilihat pada link berikut) yang diajukan mengenai agile kepada Pak Wahid dimana jawaban Pak Wahid sebagai berikut :
    Workflow Agile dalam pengembangan software 
    1. Product owner membuat product backlog dan mengisi backlog backlog apa saja yang perlu dikerjakan
    2. Sebelum menjalankan sprint, maka masuk kedalam sprint planning dimana Product owner menentukan apa saja list job yang akan dikerjakan pada sprint yang akan dikerjakan nantinya
    3. Scrum master bertujuan mengawasi dan mengontrol sprint agar tidak menyimpang dari konteks sprint yang berjalan
    4. Setiap hari diadakan “Daily scrum” selma 15 menit dimana daily scrum bukan bertujuan untuk menjelaskan pencapaian tapi menjelaskan pekerjaan apa yang dilakukan sebelumnya, serta apa yang dikerjakan saat ini dan apa hubungannya pekerjaan sebelumnya dengan saat ini sampai apa pekerjaan selanjutnya sehingga masing masing developer member bisa mengetahui kegiatan masing masing dan jika ada satu orang developer yang tidak masuk, developer lain bisa menggantikan karena mengetahui apa yang dikerjakan oleh developer yang tidak masuk.
    5. Product Owner yang menaruh job yang perlu dilakukan selama sprint dari product backlog menuju sprint backlog
    6. 1 sprint bisa menghasilkan sesuatu yang disebut increment
    7. Para development member bisa take job yang terdapat pada sprint ready, dimana dari sprint backlog menuju sprint ready scrums master yang melakukan pemindahan tersebut.
    8. Setelah sprint selesai dimana masuk kedalam sprint review mengundang owner, user, dan calon pengguna membahas sprint yang telah diselesaikan untuk memvalidasi. Apabila validasi tidak cocok, maka akan masuk list pada product backlog dan dapat ditentukan kembali oleh product owner untuk dimasukkan pada sprint keberapa dalam hal revisian tersebut.
  11. Konsep Waterfall bukan ketinggalan jaman ataupun kuno, konsep pembangunan software apakah menggunakan Waterfall ataupun Agile bisa dilihat berdasarkan keperluannya dan tingkat kesulitannya. Dimana terdapat 4 tingkat kesulitan :
    – Simple = Prefer menggunakan Waterfall
    – Complex = menggunakan agile
    – complicated = menggunakan agile
    – chaotic

Berikut foto foto keseruan kita dalam mengikut ngampoozin Potensimu : Step to create  innovation

 

Makan dulu gaes kita di warteg sebelum masuk seminar dan sharing session 🤣

Nah ini nih pembicara seminar Pak Wahid(sebelah kiri) dan Pak Ronie (Sebelah kanan)

Karena dytlan bertanya tentang workflow software menggunakan konsep agile sesuai yang disampaikan pada Point ke 10, dytlan jadinya berkesempatan untuk mendapatkan merchandise karena merupakan salah satu pertanyaan yang bagus hehehe 😄

Ini dia foto ketika kita sharing session after seminar

Nah sekian dari Dytlan. Kurang lebihnya mohon maaf, see you in another cermi gaes ^^

Views All Time
Views All Time
35
Views Today
Views Today
2
32 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.